Wagub Sulut Pelajari Strategi Pariwisata Bali
Denpasar, (17/7). Keberhasilan Bali mengembangkan
sektor pariwisata menjadi inspirasi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
(Sulut). Wakil Gubernur Sulut Johannes Victor Mailangkay datang langsung untuk
mempelajari strategi yang diterapkan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta
sebagai referensi mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Pariwisata Likupang, Sulut.
Disampaikan oleh Victor yang juga Ketua DPW Partai
NasDem Sulut itu, bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola
pariwisata Bali, mulai dari penataan destinasi, penguatan kelembagaan, hingga
regulasi pendukung.
Dia juga melihat banyak kesamaan antara Sulut,
mulai dari kekayaan budaya yang terus dijaga, tradisi yang hidup di tengah
masyarakat, hingga potensi kuliner yang menjadi identitas daerah. Hal itu
merupakan modal besar yang patut terus dikembangkan dan dilestarikan.
“Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali.
Kami juga bersyukur dapat bertemu Bapak Giri Prasta yang selama memimpin
Kabupaten Badung (sebagai Bupati) berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah
secara signifikan,” ujarnya saat
bertemu Giri Prasta di Denpasar, Kamis (16/7).
Menurut Victor, pengalaman Bali menjadi referensi
penting bagi Sulut yang tengah mengakselerasi pengembangan KEK Pariwisata
Likupang. Ditambahkan olehnya, bahwa pemerintah pusat telah mendukung
pengembangan kawasan tersebut melalui pembangunan Politeknik Pariwisata.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut terus meningkat,
khususnya dari Tiongkok dan Korea Selatan.
“Bali telah membuktikan bahwa pariwisata yang
dikelola dengan baik mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat. Banyak
hal yang dapat kita pelajari, mulai dari tata kelola destinasi wisata,
pengembangan desa wisata, pelestarian budaya, hingga penguatan peran masyarakat
sebagai bagian penting dalam ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” tambah dia.
Merespons hal itu, Giri Prasta berbagi pengalaman
dalam mengoptimalkan pengembangan berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif
masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Desa Kutuh di Kabupaten Badung membuktikan
bahwa pengelolaan potensi wisata yang profesional mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mendukung, terjalinnya kerja sama antara
Bali dan Sulut untuk memperkuat pariwisata nasional melalui pengembangan
destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.
“Bali dan Sulut bisa menjalin kerja sama yang apik.
Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, persoalan teknis
maupun regulasi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut melalui dinas
pariwisata dan badan pengelola,”
kata dia. (JHL.7)